Kepemimpinanpemuda sangat mempengaruhi arah bangsa di masa depan di segala bidang. Dengan begitu, pemuda diminta untuk dapat memimpin dengan kemampuan dan kapabilitas yang dimilikinya di sebuah organisasi. Tujuannya agar pemuda dapat membangun citra positif dalam kepemimpinan yang dapat diterima dengan baik di masyarakat luas. Citra positif terhadap pemuda perlu terbangun kembali sejak banyaknya media yang menggambarkan sisi negatif dari pemuda masa kini. Bahwamasa remaja tak hanya diisi hura-hura atau tawuran namun juga bisa menyumbang tenaga dan pikiran pada lingkungan sekitarnya, tempat di mana dirinya tinggal, tumbuh dan besar yang akan memberi manfaat positif bagi daerahnya. Nah berikut inilah membahas pemuda pemuda itu dalam 5 Pemimpin Termuda didunia : DalamRangka Pengajian & Pelantikan Pimpinan Cabang IPM Kec. Margasari, Kab. : Akmal Faizul Haq RealitasPemuda Masa Kini. Berdasarkan Sensus Penduduk 2020 yang dilakukan Badan Pusat Statistik, Jumlah Penduduk Provinsi Maluku Utara mencapai 1,28 juta jiwa. Di gengamanmulah pemuda,kepemimpinan masa depan bisa terwujud. Mari pemuda bersegeralah! Perspektif. Anda mungkin menyukai postingan ini. Posting Komentar 0 Komentar. Ideasi dan Celoteh Generasimuda Indonesia hari ini diharapkan kelak menjadi pemimpin dan pemilik masa depan yang memegang estafet kepemimpinan generasi pemimpin saat ini. *) Tulisan ini pernah di muat dalam Blog penulis: judul "Mendorong Peran Pemimpin Muda Hari Ini, Pemilik dan Penggerak Masa Depan (Literasi Kepemimpinan Dalam Perspektif UU Kepemudaan)." Namundisisi lain, pemuda terkadang mulai terjebak oleh perilaku dan sikap yang menyimpang seperti terjebak kasus narkoba, tawuran, perkelahian, hedonisme, gerakan fundamentalisme agama, seks bebas, dan berbagai macam perilaku menyimpang lainnya. Pemuda adalah ujung tombak dan tulangpunggung bagi keberlanjutan masa depan bangsa Indonesia. SuaraPemuda Adalah Suara Masa Kini dan Masa Depan. By. 26 Jul 2022, 04:39:20 WIB. 5. 0. SHARE. Tujuan dari kegiatan tersebut sebagai wadah bagi pemimpin muda masa depan dari seluruh negara anggota G20 untuk berdiskusi, berargumen, serta bertukar ide dan gagasan, hingga mencapai kesepakatan bersama untuk memberikan rekomendasi Diupload untuk memenuhi tugas individual dalam Mata Kuliah Jurnalistik dan Publisistik Pepatah"pemuda masa kini adalah pemimpin masa depan" tampak sudah mendarah daging dalam segala bentuk perjuangan pemuda di mana pun ia berada. Ketika pemuda ia berkarya, berjuang dan berkorban untuk negara, dan ketika ia semakin matang dan dewasa, negara memberikan kesempatan baginya untuk mengabdikan diri sebagai "pelayan negara". MenkoPMK: Suara Pemuda Adalah Suara Masa Kini dan Masa Depan. Senin, 25 Juli 2022 | 10:57 WIB; Oleh : Administrator Tujuan dari kegiatan tersebut sebagai wadah bagi pemimpin muda masa depan dari seluruh negara anggota G20 untuk berdiskusi, berargumen, serta bertukar ide dan gagasan, hingga mencapai kesepakatan bersama untuk memberikan gcXf2oo. Read 8,180 “pemuda masa kini, pemimpin masa depan” شُبَانُ اليَوم رِجَالُ الغَد  menjadi generasi pemimpin yang cerdas berliterasi  Pemuda merupakan generasi yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Dimana peran pemuda sangatlah diharapkan, karena merupakan pewaris bangsa yang akan menjadi sosok pemimpin selanjutnya. Baik buruknya bangsa kita kedepannya dapat dicerminkan dari para pemuda saat ini. Pemuda yang peduli akan bangsa, maka tidak bersikap acuh dan senantiasa berusaha mencari cara agar bangsanya semakin maju. Pemimpin adalah seorang yang memiliki kemampuan mengatur jalannya suatu sistem dan memberi pengaruh serta mengarahkan kepada orang-orang yang ia pimpin sehingga dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan. Ada banyak cara untuk menjadi generasi pemimpin penerus bangsa, salah satunya yaitu dengan literasi. Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis akan tetapi kepiawaian kita berbahasa saat berkomuikasi, berpikir kritis dalam memecahkan masalah, menggunakan segenap potensi dan skill yang dimiliki dan pandai berhitung itu juga termasuk literasi. Bagaimana kita dapat menjadi seorang pemimpin jika kita tidak cerdas berliterasi. Cerdas berliterasi merupakan indikator penting untuk meningkatkan prestasi generasi muda dalam mencapai kesuksesan. Penanaman literasi harus disadari karena menjadi modal utama dalam mewujudkan bangsa yang cerdas. Padahal, budaya literasi bermanfaat dalam mewujudkan peran generasi muda dalam aspek pembangunan negara. Membaca dan menulis adalah kunci awal dalam kesuksesan. Apalagi menjadi seorang pemimpin tentu harus memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas, dengan rajin dan sering membaca kita tidak akan ketinggalan zaman. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam QS al -Alaq [96] 1-5, di ayat tersebut Allah dengan tegas memberi perintah kepada manusia untuk “اِقْرَأْ” artinya “Bacalah”. Membaca dan menulis bukan hanya buku tapi membaca dunia, yang diawali dengan membaca hal kecil yang bermanfaat. Karena dari literasi banyak sekali manfaatnya mulai dari menambah pembendaharaan kosa kata, meningkatkan kemampuan menganalisis, menambah wawasan, mengoptimalkan kinerja otak, membantu meningkatkan daya fokus dan masih banyak lagi. Tentu saja menjadi seorang pemimpin memerlukan itu semua. Mulailah dari membaca dan menulis apa yang kita sukai. Di jaman sekarang, semakin berkembang teknologi kita tidak perlu bingung untuk mencari dan membeli buku, karna kita bisa mengaksesnya melalui smartphone. pada saat ini hampir semua orang memiliki smartphone, dan jangan lupa ya Gens yang pasti ada kuotanya hehehe. Di smartphone kita bisa membaca melalui ebook atau PDF. Jadi, ayo Gens kita sebagai generasi pemimpin harus senantiasa meningkatkan budaya literasi. Kalau bukan kita siapalagi Syubbanu al-yaum rijal al-ghad. Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Demikian pepatah Arab menempatkan pemuda dalam posisi yang sangat penting. Masa depan sebuah bangsa akan ditentukan oleh pemudanya masa kini. Atau, apa yang ditekuni pemuda saat ini akan memberikan gambaran mendatang sebuah bangsa sekitar 20-30 lagi, ketika para pemuda tersebut mulai menempati beragam posisi penting sebagai pengambil keputusan. Pemuda menyimpan beragam mimpi dan energi yang luar biasa. Mimpi itu harus dirawat dan dijaga tetap hangat. Kita berharap, para pemuda tidak hanya menginvestasikan energi untuk mimpi personalnya, tetapi juga memberi perhatian kepada mimpi kolektif yang berdampak kepada komunitas dan bangsanya. Menulis buku merupakan salah satu ikhtiar menarasikan mimpi. Narasi merupakan visualisasi imaji. Keberanian berimaji mutlak diperlukan untuk mendesain masa depan. Narasi ini adalah bagian dari ikhtiar merawat dan memupuk mimpi upaya tumbuh berkembang. Untuk apa? Untuk menjaga komitmen personal dan menginspirasi sebanyak mungkin orang, terutama para pemuda. Tentu, semua ikhtiar harus diikuti dengan selalu mengharap pertolongan Allah. Ingat, Allah akan mengikuti kehendak hambaNya. Kata Allah, “Ana inda dhanni abdi bi“, “Aku sesuai dengan persangkaan hambaKu tentangKu”. Pengantar untuk sebuah buku tentang menggapai mimpi yang terlihat tidak mungkin, 7 Juni 2020. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Melihat dari judul yang ada, yang menjadi pusat perhatian yaitu ada kata-kata 'Pemuda', 'Pemimpin' dan 'Masa Depan'. Sebenarnya apasih arti dari ketiga kata-kata tersebut?'Pemuda' dapat didefinisikan sebagai kaum muda yang merupakan generasi bangsa, yang akan menentukan perubahan-perubahan dimasa yang akan datang. Sedangkan 'Pemimpin' berarti seseorang yang menggunakan kemampuannya, sikapnya, nalurinya, dan ciri-ciri kepribadiannya yang mampu menciptakan suatu keadaan, sehingga orang lain yang dipimpinnya dapat saling bekerja sama untuk mencapai tujuan. Sedangkan 'Masa Depan' adalah gambaran suatu keadaan dimasa yang akan datang dapat berlangsung bertahun-tahun sesudahnya.Pemuda merupakan generasi bangsa, berarti pemuda adalah suatu pembangun bangsa dimana peran pemuda sangatlah dibutuhkan karena pemuda itu sendiri adalah sosok penerus bangsa. Pemuda harus bisa membangun dirinya, melatih dirinya agar dapat lebih siap terjun ke dalam masyarakat. Namun apa yang terjadi saat ini adalah sebaliknya, para pemuda di Indonesia menutup mata dari kegiatan politik di negaranya tersebut. Pemuda yang disibukkan dengan aktivitas perkuliahan, disibukkan dengan berbagai urusan individu, dan disibukkan oleh hal-hal duniawi. Mereka cenderung tidak peduli dengan kondisi politik di negaranya sendiri. "ya udah sih, ngapain ngurusin politik. Ngga ada untungnya juga buat kita ngebahas tentang politik di Indonesia, toh juga ujung-ujungnya bakal gitu-gitu juga", mungkin itu beberapa patah kata dari pemuda di negeri ini. Politik di Indonesia sudah sangat ternodai oleh kasus-kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme. Padahal, menurut Islam politik itu adalah mengurusi urusan umat, urusan rakyat. Jadi siapa lagi yang akan memimpin / mengurus negeri ini yang berkaitan dengan politik, jikalau para pemuda sebagai penerus bangsa itu sendiri enggan untuk mengetahui perkembangan politik di negaranya?Maka, dibutuhkanlah sosok pemimpin yang sejatinya mengurusi urusan rakyat, menjalankan amanah yang telah dipercayakan berjuta-juta orang, mendahulukan kepentingan golongan dibandingkan kepentingan pribadi, peduli dan juga bersahabat dengan semua orang, dan juga pemimpin yang menjadi seorang pemimpin yang bertugas sebagaimana mestinya, seharusnya sudah dipupuk oleh Ilmu dan IMTAQ sedari dulu. Pemuda, sebagai calon pemimpin juga harus mendalami ilmu yang telah dipelajarinya, yang tentu tidak boleh menyimpang dari Al-Quran dan Hadits. Pada akhirnya, di negeri Indonesia ini pun sangat diperlukan sosok pemimpin masa depan yang ideal, yang sejatinya berasal dari pemuda di negeri kita sendiri. Jadi sebagai pemuda di hari ini, sudah siapkah kita menjadi pemimpin masa depan? ‪‎ReformJilidIV‬‪‎CendikiawanMilitanInspiratorPeradaban‬‪‎AksiNyataMembangunBangsa‬‪‎SospolBEMFMIPA‬‪‎MenujuFMIPAMadani‬ 1 2 Lihat Lyfe Selengkapnya