PDAMSamarinda. Bersiap Hadapi Pemilu 2024, KPU Kaltim Waspadai Data Fiktif Parpol. Penyimpangan di Baznas Kaltim Miliaran, FAM Gelar Demo. Tambang Ilegal Marak Lagi, KSOP Disorot Anggota Dewan. Simak Penjelasan Dirtek Perumdam Samarinda Ini 'Kado Spesial' HUT PDAM Samarinda. Diasebelumnya sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda selama enam hari. "Telah meninggal dunia NA (Nur Aqila) 10 tahun pada 21 April 2022 pukul 17.53 Wita di ruang PICU rumah sakit, setelah diopname selama 6 hari," ujar Humas RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda, Arysia Andhina saat dihubungi detikcom Tag PDAM Samarinda. Head News Kriminalitas . Kronologi Maling Meteran Air Ditangkap di Palaran. SAMARINDA.NIAGA.ASIA - Ramli (40), warga Mangkupalas Samarinda Seberang, diamankan warga Palaran, dini hari tadi. Warga menemukan dua meteran air curian di dalam tasnya. Ulahnya memang sudah meresahkan warga. PDAMTirta Kencana Kota Samarinda hari ini (25/2) melakukan pengurasan bak pengendap clarifier nomor 1, 2, dan 3 serta bak Hari Ini PDAM Kuras IPA Selili - Samarinda Pos Redaksi SAMARINDAKeluhan warga Perumahan Temindung Indah, Jalan DI Pandjaitan, terkait cacing dari saluran air PDAM Tirta Kencana, diduga lantaran adanya endapan lumpur dan keretakan pipa. Proyek drainase DaerahKS Tubun. (lhf) Samarinda - Warga sekitaran KS Tubun, Kecamatan Samarinda Ulu keluhkan air PDAM tidak mengalir sejak Rabu (26/2/2020) pagi. Tentu dengan tidak mengalirnya air tersebut, cukup menghambat aktifitas masyarakat. Apalagi beberapa masyarakat keluhkan tidak mengalirnya air tanpa pemberitahuan sebelumnya dari pihak PDAM Tirta Kencana Samarinda. "Ya itu, dari kemarin air mati SAMARINDA- Operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bendang milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana, Samarinda dihentikan sementara mulai Rabu (22/6/2022). Penghentian ini dilakukan karena adanya kebocoran pipa di Jalan Rapak Indah, Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang. Sebagaisalah seorang pelanggan, wanita satu anak ini berharap distribusi air dari PDAM dapat kembali lancar. "Sebagai pelanggan kami ingin pelayanan yang maksimal. Selama ini PDAM sudah sangat baik memberikan pelayanan, tapi tidak untuk dua hari terakhir," tuturnya. TRIBUNKALTIMCO, BALIKPAPAN - Air PDAM tidak mengalir hari ini, Jumat 24 Juli 2020 sebab IPAM Damai Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur berhenti produksi. Setelah IPAM Batu Ampar, giliran bObet. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID iHnbvYZge6RySpEgjaYE92Xgc0iNHoP227Kq4_2snu43oACqM_Krig== Samarinda – Sejumlah warga mengeluhkan layanan distribusi air bersih dari PDAM Tirta itu muncul di medsos. Akun bernama Norma Yunita mengeluhkan keruhnya air dari PDAM. Akibatnya, ia enggan menggunakan air PDAM sebagai jika tidak dikuras seminggu dua kali, air menyebabkan gatal – gatal pada kulit.“Sudah setahun air PDAM tidak layak, apakah ini hanya dirasakan warga jaringan intake Selili,” tanya ia di medsos, Selasa 6/4/2021.Salah satu warga dengan akun facebook Eunike Esa juga ikut mengeluhkan. Menurutnya sejak tiga hari tempat tinggalnya tak mendapat aliran air. Lokasi berada di Jalan Manunggal Mangkupalas.“Bagaimana ini, air ngalir pada waktu tengah malam saja,” kata pula, warga Loa Bakung juga mempertanyakan matinya air sejak tiga hari lalu.“Kenapa di tempat saya air mati, bisa dijelaskan kah pak PDAM,” terang Toni itu, PDAM Samarinda menanggapi keluhan warga dengan berencana menguras bak penampungan tiga Instalasi pengolahan air ipa di itu dijelaskan Humas PDAM Samarinda, HM Lukman saat dikonfirmasi media itu dimulai hari ini, Rabu 7/4/2021 untuk ipa gunung lipan dan Loa Bakung.“Kalau besok besok ipa Gunung Lingai. Pengurasan memakan waktu 6 jam, jadi distribusi air berhenti sementara,” ujar Lukman, Rabu 7/4/2021.Hal itu dilakukan PDAM dalam rangka memberikan kualitas air baku berkualitas jelang bulan itu pembersihan dilakukan bagian dari pemeliharaan rutin empat bulan sekali ipa PDAM agar terjaga kualitas kejernihannya.“Aman, setelah pengurasan, pengisian dan penjernihan kembali normal lagi,” imbuh dia dia, sebelumnya pdam sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pengurasan di medsos, koran serta online. Ia pun menjelaskan, tak ada ganti rugi akibat beberapa jam layanan air terhenti lantaran sudah diimbau untuk menampung air.“Tak ada kompensasi karena pembayaran kan berdasarkan penggunaan. Kami juga sudah informasikan kepada warga untuk menampung air sebelumnya,” untuk pelaporan dan gangguan. Masyarakat bisa menghubungi call center di 0541208100 atau wa 081155226/0811553536.“Silahkan sampaikan dengan alamat jelas dan nomor hp untuk petugas ke lokasi,” setiap laporan pertiket. Kalau tidak ada tindakan, tiket tidam bisa di close. Jadi setiap laporan pasti adanya keluhan warga akan keruhnya air PDAM di sekitar Selili. Lukman menyebut air masih bisa digunakan lantaran masih wajar untuk dikonsumsi. Sedangkan jika ada air yang keruh disebutnya air ditarik di daerah bawah karena belum ipa Selili Lukman mengatakan memiliki beban yang berat. Hal itu karena PDAM mengejar kuantitas untuk melayani banyak begitu, Kualitas tersebut ingin diimbangi PDAM. Untuk itu ada rencana pembangunan intake sungai kapih guna lebih memperlancar distribusi air bersih.“Rencana tahun 2022 selesai. diproses utama untuk warga Sambutan,” intake juga bakal dibangun di kahol untuk meningkatkan layanan kualitas dan kuantitas warga se Samarinda Seberang. * AIR PUTIH. Kesulitan air bersih bak lagu lama yang terus diputar di Kota Tepian. Meski bukan berita baru, namun apa jadinya kalau sudah empat hari air dari Perumdam Tirta Kencana dulu disebut PDAM tidak mengalir alias mati? Ya, karena tidak solusi lagi, warga terpaksa menggunakan air parit untuk kebutuhan sehari-hari? Inilah yang dilakukan warga di Jalan P Suryanata, Gang Tinggiran, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu. Empat hari air bersih dari PDAM tidak menetes. Demi memenuhi kebutuhan rumah tangga, khususnya Mandi Cuci Kakus MCK, warga mau tidak mau membeli air tandon yang harganya melambung tinggi. Harga tandon keliling yang biasa dijual Rp 60 ribu, kini menjadi Rp 100 ribu. Itu pun harus menunggu giliran. Beberapa warga yang kesal, memilih menggunakan air parit untuk MCK. Hal ini dilakukan sebagai wujud protes atas pelayanan PDAM yang kurang maksimal. “Kami terpaksa mengambil air dari parit. Airnya berasal dari aliran polder. Itu pun tidak bisa langsung digunakan. Harus diendapkan dulu,” kata Muhammad Isnai 39, warga Gang Tinggiran. “Air parit yang sudah diendapkan biasa digunakan mandi, buang air besar BAB, cuci baju dan cuci piring. Karna kalau tidak begitu, kebutuhan kami tidak terpenuhi,” imbuhnya. H Udin 54, warga lainnya memilih tidak mandi. Pria paruh baya ini hanya menggunakan air galon yang ia beli untuk konsumsi sehari-hari. Untuk mandi, dirinya berharap dari air hujan, meskipun air hujan yang didapat tidak banyak. “Ada juga warga kami yang gunakan air parit untuk mandi, karena sudah jengkel dengan air PDAM yang tidak mengalir. Mau beli harga air tandon keliling, tapi sangat mahal,” ungkap H Udin. Warga sekitar menyesalkan, pihak PDAM tidak melakukan sosialasi ke warga jika ada pemutusan aliran air. Warga tidak dapat berbuat banyak dan hanya bisa pasrah dengan keadaan itu. “Kalau PDAM berikan peringatan akan ada perbaikan atau yang lainnya, kami bisa bersiap. Ini tahu-tahu air tidak mengalir. Kami ya kalang kabut,” kesal H Udin. Camat Samarinda Ulu HM Fahmi menyesalkan tidak mengalirnya air PDAM dalm 4 hari ini di wilayahnya. Pihaknya pun sudah menerima laporan bahkan melakukan kunjungan ke Gang Tinggiran, di mana warga menggunakan air parit untuk keperluan MCK. “PDAM itu harusnya memberi solusi jika terjadi kerusakan atau ada perbaikan. Apalagi perbaikan bisa memakan waktu lama. Paling tidak saat terjadi perbaikan, warga sudah disuplai air bersih. Jadi tidak ada keresahan seperti saat ini,” kata Fahmi. Fahmi sudah melakukan pengecekan ke lokasi proyek perbaikan pipa besar PDAM di Jalan Ring Road II, Samarinda Ulu. Diakuinya, memang ada kerusakan cukup parah dan harus dikerjakan hingga dua perusahaan pihak ketiga. “Saya sudah minta kepada pihak PDAM untuk suplai air ke warga. Ini lagi dilakukan pendataan berapa yang diperlukan. Mudahan besok bisa didistribusikan selama perbaikan belum selesa,” tukas Fahmi. Humas PDAM, Sendi Ibanes membenarkan terganggunya distribusi air ke sejumlah rumah warga. Hal ini disebabkan perbaikan pipa induk yang hingga saat ini dalam pengerjaan. Wilayah terdampak akibat proyek ini adalah Jalan P Suryanata, Bukit Pinang, Kampung Pinang, Ring Road II, Sempaja Ujung Graha Indah, Kadrie Oening, AW Sjahranie dan PM Noor. “Sedang dilakukan upaya perbaikan. Semoga dalam waktu tidak lama bisa berfungsi kembali,” tukas Ibanes. kis/nha